Kinantiarin's Blog

Hukum Perikatan

  1. 1.      Pengertian Hukum Perikatan

adalah suatu hubungan hukum mengenai kekayaan harta benda antara dua orang yang memberi hak kepada pihak yang satu untuk menuntut sesuatu barang dari pihak yang lainnya sedangkan pihak yang lainnya diwajibkan untuk memenuhi tuntutan tersebut.

 

  1. 2.      Dasar Hukum Perikatan

Dasar hukum perikatan berdasarkan KUHP perdata terdapat tiga sumber yaitu : Perikatan yang timbul dari persetujuan (perjanjian), Perikatan yang timbul undang-undang,  Perikatan terjadi bukan perjanjian.

 

  1. 3.      Azas-azas Dalam Hukum Perikatan

Azas-azas hukum perikatan diatur dalam Buku III KUH Perdata, yakni :

a)      Azas Kebebasan Berkontrak

b)     Azas Konsensualisme

 

  1. 4.      Wanprestasi dan Akibat-Akibatnya

Wansprestasi timbul apabila salah satu pihak (debitur) tidak melakukan apa yang diperjanjikan. Adapun bentuk dari wansprestasi bisa berupa empat kategori, yakni :

  1. a.      Tidak melakukan apa yang disanggupi akan dilakukannya
  2. b.      Melaksanakan apa yang dijanjikannya, tetapi tidak sebagaimana yang dijanjikan
  3. c.       Melakukan apa yang dijanjikan tetapi terlambat
  4. d.      Melakukan sesuatu yang menurut perjanjian tidak boleh dilakukannya.

Akibat-akibat Wansprestasi

Akibat-akibat wansprestasi berupa hukuman, dapat digolongkan menjadi tiga kategori :

  1. Membayar Kerugian yang Diderita oleh Kreditur (Ganti Rugi)
  2. Pembatalan Perjanjian atau Pemecahan Perjanjian
  3. Peralihan Risiko

 

  1. 5.      Hapusnya Perikatan

Perikatan itu bisa hapus jika memenuhi kriteria-kriteria sesuai dengan Pasal 1381 KUH Perdata. Ada 10 (sepuluh) cara penghapusan suatu perikatan adalah sebagai berikut :

  1. Pembayaran merupakan setiap pemenuhan perjanjian secara sukarela
  2. Penawaran pembayaran tunai diikuti dengan penyimpanan atau penitipan
  3. Pembaharuan utang
  4. Perjumpaan utang atau kompensasi
  5. Percampuran utang
  6. Pembebasan utang
  7. Musnahnya barang yang terutang
  8. Batal/pembatalan
  9. Berlakunya suatu syarat batal
  10. Lewat waktu.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: