Kinantiarin's Blog

Donat Madu

Usaha Donat Madu didirikan oleh Ridwan Iskandar dengan isterinya Fanina Nisfulaily sejak bulan Mei tahun 2010, gerai pertama yang dibuka oleh pasangan ini terletak di Jalan Cihanjuang Nomor 158 A Cimahi, Jawa Barat. Ide membangun usaha tersebut berawal dari keinginannya untuk mengembangkan usaha makanan yang lain daripada yang sudah ada namun tetap cocok dengan lidah masyarakat. Inovasi baru yang mereka buat yaitu dengan menambahkan madu pada adonannya, mereka membutuhkan waktu satu tahun untuk meracik resep tersebut agar menghasilkan rasa yang pas. Saat ini Donat Madu memiliki 27 varian donat, di antaranya rasa almond, durian, pisang, abon, choco crispy, lemon, dan lainnya.

Sejak Juli 2011 Ridwan mengembangkan usaha donat madu ini menjadi waralaba. Dengan menginvestasikan dana sebesar Rp 10.000.000 pada Donat Madu maka masyarakat bisa membuka waralaba ini. Nilai investasi itu untuk mendapatkan hak atas penggunaan merek Donat Madu Cihanjuang, pelatihan karyawan, serta biaya promosi. Setelah beroperasi, investor nanti mesti membayar royalty fee 9 persen dari total omzet per bulan. Adapun untuk kebutuhan peralatan kerja, seperti mesin pembuat adonan, interior gerai, etalase donat dan tempat usaha harus disediakan oleh terwaralaba. Untuk bahan baku donat, sepenuhnya disediakan Ridwan atau pemilik waralaba, untuk kebutuhan produksi satu bulan waralaba membutuhkan Rp 7.500.000. Dengan penawaran itu, saat ini Ridwan sudah mempunyai empat gerai waralaba. Keempat gerai terwaralaba Donat Madu Cihanjuang itu ada di Situ Gintung, Lenteng Agung, Cireundeu, dan Tanjung Barat.

Untuk menjaga kualitas dan cita rasa donat tetap prima, Ridwan mempersiapkan sistem manajemen kontrol untuk seluruh gerai Donat Madu Cihanjuang, Ridwan merekrut dua karyawan khusus bagian kontrol ini.

Dalam simulasi hitungan balik modal dari Ridwan, gerai waralaba Donat Madu Cihanjuang bisa balik modal dalam waktu lima sampai enam bulan. Agar cepat balik modal, investor setidaknya mesti menjual empat paket adonan atau setara dengan 300 potong donat dengan omzet Rp 900.000 per hari atau setara dengan Rp 27.000.000 per bulan. Setiap potong donat dijual seharga Rp 3.000 per potong.

Salah satu pengelola gerai Donat Madu Cihanjuang di Bogor, Rully Lamryana mengaku sudah bisa menjual sebanyak 600 donat dengan omzet Rp 1.800.000 per hari atau Rp 54.000.000 per bulan.

Dalam waktu dekat ini akan ada tujuh calon terwaralaba Donat Madu Cihanjuang lagi. Namun, Ridwan mengaku tidak mau gegabah mencari terwaralaba baru.

Donat madu Cihanjuang dengan cerdik dan kreatifitasnya mempopulerkan varian dari donat ini menjadi produk yagn laris manis. Diharapkan semoga tidak ada pengekor dari usaha ini, karena hal itu dapat memperpendek usia sebuah bisnis Karena apabila banyak yang menjual hal serupa maka masyarakat akan jenuh. Dalam bisnis jaman sekarang inovasi harus terus menerus, bisnis haru tetap segar untuk konsumen maupun produsen.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme. Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: